Sabtu, 18 Agustus 2018

KEWAJIBAN MENCINTAI SEORANG IBU






Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah irobbil alamin Wassholatu wassalamu ‘ ala , Asyrofil ambiyaa iwal mursalin , Sayyidina Wa maulana Muhammadin , Wa ‘alaa ‘alihi wa shohbihi ajmain. Ama ba’du .

Cintailah ibumu , ibumu , ibumu
Ada seorang sohabat Nabi bertanya kepada Nabi :’’ Ya Rosulallah siapa orang yang harus paling di muliakan ? Rosul menjawab :’’ Ibumu ‘’,  sohabat :” siapa lagi ? Rosulullah : “ ibumu , sohabat :’’ siapa lagi ? Ibumu , Sohabat :” dan siapa lagi ? Rosul :” Ayahmu . Rosulullah menyatakan dalam hadis ini adalah menghormati ibu jumlah nya 3 kali lipat dari pada menghormati ayah . Apa maksudnya ? Ada tiga pekerjaan yang bisa ibu lakukan sementara ayah tidak bisa melakukannya . Apakah pekerjaan itu ? yaitu mengandung ,melahirkan dan menyusui namun jangan pernah mengira ayah tidak boleh di hormati , karena yang namanya ayah juga orang tua kita yaitu dia yang nyari uang , yang memberikan nafkah untuk kehidupan kita , pendidikan kita . Allah berfirman :’’ fa wa shoinal inshana bi wadihi , yang artinya : Akuperintahkan kepada segenap manusia agar mereka berbakti kepada kedua orang tuanya . Itu artinya ayah dan ibu harus kita hormati . Kenapa yang namanya seorang ibu pengorbanan nya yang hakiki ? Pribadi utusan ilahi ,wakil Allah dimuka bumi , yang namanya ibu adalah pesona kehidupan . Masya allah ,dia rela mengorbankan segalanya demi seorang anak yang tercinta . Ibu adalah lambang cinta ilahi . Bayangkan  cinta Allah dengan rahman rahim nya kepada kita sebagai makhluknya Allah tidak pernah terputus . Ibu juga seperti itu , oleh karena itu peribahasa mengatakan : kasih sayang ibu sepanjang masa, sedangkan kasih sayang anak sepanjang galah . Masya Allah , yang namanya ibu begitu sayang nya kepada anak anaknya , sampai mereka tidak memakai gelang , dia rela tidak mempunyai perhiasan , yang terpenting anaknya bisa sekolah tinggi atau sarjana . Seorang ibu rela tidak mempunyai baju baru , rela kelaparan yang terpenting anaknya kenyang . Orang tua rela mengorbankan segalanya  . Oleh karena itu seorang anak wajib berbakti kepada orang tua . Khususnya kepada ibu . Rosul pernah bersabda :” Ridhollah fi ridowalidain , sukrullah fii sukril walidain . Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua  dan murka Allah tergantung murka orang tua . Namun tidak sedikit anak menjadi seperti kacang lupa kulitnya . Dari sejak kecil di besarkan orangtua setelah anak tersebut tumbuh besar dan menjadi sarjana , Dia pergi ke kampung orang , Dia berusaha dan ternyata Allah memberikan keberkahan , hidupnya berhasil  , dia kaya raya , dia punya istri yang cantik yang tinggal di kota , hidupnya mewah , hartanya berlimpah  ,tetapi dia malu mengakui ibunya yang tua renta, yang orang kampung . yaitu sejarah Malin kundang . Dia lebih cinta kepada istri daripada kepada ibunya . Ketika ibunya merangkul diadatang dari kapal laut . Ibunya berkata :” wahai anak ku tercinta “. Kemudian di dorong ibu tadi oleh anaknya , dan anaknya berkata :” siapa engkau ? aku tidak kenal  “. Begitulah sejarah tentang Malin Kundang . Ibunya di dorong hingga jatuh . Dalam sejarah mengatakan ibunya terluka hatinya dan dia berkata engkau aku sumpah untuk enjadi batu . Ini sejarah . Pada zaman Rosul ada seorang laki laki yang bernama Alqomah, Dia lebih mencintai istrinya daripada ibunya , sejarah menceritakan kepada kita ketika Alkomah sedang mengalami sakarotul maut , dia tidak bisa mengucapkan dua kalimat sahadat . Nudubillah mindalik. Kenapa? Karena  ibunya mengatakan Aku tidak rela dengan air susu yang di minum oleh Alkomah , karena dia lebih mencintai istrinya daripada mencintai ibunya . Bayangkan seberapa banyak kekayaan seorang anak yang yang di berikan kepada orang tua tidak akan bisa menggantikan air susu yang sudah menjadi darah daging anda . Dari sejak lahir kita di susui uleh ibu kita , nempel di tubuh ibu kita , melekat badan kita dengan dada ibu kita ,detak jantung kita menyatu dengan detak jantung ibu kita .Betapa ibu menyayangi kita . Dia tidak kenal lelah . Walaupun pada tengah malam dia tidak kenal mengantuk , yang terpenting anaknya bisa di susui . Kemudian anaknya kenyang sampai anaknya tertidur dengan lelap . itulah kebahagiaan seorang ibu . Air susu yang di minum anak menyerap seruluh tubuh . Menaji darah daging kita . Betapa anehnya apabila seorang anak tidak mau mengakui ibu kandungnya ,yang telah membelainya . mengalahkan segala keperluan dirinya hanya untuk anaknya tercinta biar berhasil . Bahkan saya pernah mendengar ada cerita , ketika anaknya kaya raya dia rumahnya sangat besar , ibunya datang kerumahnya , edia juga tahu apa yang di katakan Rosul dia tidak boleh durhaka kepada ibu nya . Karena istrinya dia bilang kita membuat gubuk saja di belakang rumah  kita , biar ibu tetap terurus dan kita tidak terganggu , di depan rumah ada rumah yang sangat mewah dan di belakang rumah di buat gubuk yang sangat jelek untuk ibunya tinggal . Diberikanlah makanan sekedarnya , sisa sisa dari mereka , maka apa yang terjadi dia mendapat azab dari Allah SWT. karena apa ? karena  Allah murka yang telah menciptakan dia , yang tidak berbakti kepada ibunya . Betapa hebat pengabdian seorang anak kepada seorang ibu sampai  mengalahkan perbuatan jihad . Ada seorang sohabat bertanya kepada Rosulullah , Wahai rosullullah saya ingin berjihad berperang denganmu ya rosulullah. Rosul mernjawab , Apakah kedua orang tuamu masih ada ? Ada hanya seorang ibu . Rosul berkata “ pulanglah kamu , berbaktilah kepada ibumu , surga ada di bawah telapak kaki ibumu “. Sementara itu, ada juga  seorang anak yang sudah berhasil , sudah kaya raya , mempunyai rumah mewah dengan lantai dan atap yang megkilap , dia tidak rela lantai rumahnya di injak oleh ibunya, padahal di bawah kaki ibunya ada surga untuk anak , tapi dia lebih cinta kepada istrinya dan dia rela membuang ibunya demi istrinya yang tercinta , artinya orang tadi menyia nyiakan surga . Rosul bersabda :“ Sungguh celaka dia , sungguh celaka dia ,sungguh celaka dia “. Siapa wahai rosulullah? Rosul menjawab :” seorang yang orang tuanya masih hidup tetapi dia masuk neraka .” kenapa rosullulla bersabda demikian , karena orang tua adalah kuncinya surga , baik ibu maupun ayah kita . walaupun ibu kita , walaupun ayah kita sudah pikun . Mungkin kadang kadang ngomongnya mengawur . Dia sudah pikun . Mungkin kadang kadang ngomongnya memalukan anaknya tetapi tetap dia adalah orang tua kita . Tanpa mereka kita tidak akan hidup di alam dunia . Bahkan ada yang tega memasukkan orang tuanya ke panti jompo. Mereka berfikir bahwa ibu dan ayah saya bila berada di panti jompo pasti banyak teman temannya . Dia tenang di sana . Biarlah dia lebih betah . Kata dia . Tapi kita sebagai orang tua ,kita sangat sayang dengan anak anak kita dan justru kalau kita tinggal dengan mereka . Kita setiap saat bisa melihat bagaimana cucu kita menjalani hidup , bagaimana anak dan mantu kita datang dan pulang kerja , bagaimana mereka bercanda . Melihat itupun kita sebagai orang tua pasti merasa bahagia yang luar biasa , yang mana kebahagiaan tersebut tidak ternilai dengan uang . Jadi anda sebagai anak jangan lupa kepada orang tua kita . Tanpa orang tua anda tidak akan hidup di alam dunia . Tanpa doa orang tua anda  tidak akan hidup berhasil . begitu mulianya seorang ibu .Suatu saat seorang sohabat bertanya kepada Nabi ; ‘ ‘ ya rosul saya ingin tahu perbuatan apa yang paling di cintai Allah ? Rosul menjawab:” Sholat pada waktunya , berbakti kepada orang tuamu ,berjihad di jalan ALLAH . Coba anda bayangkan ‘ Berbakti kepada orang tua ‘ di apit oleh perbuatan yang agung dan mulia . Sholat pada waktunya , jihad di jalan Allah dan di tengahnya berbakti kepada orang tua . ini tandanya betapa mulianya kalau kita suda berbakti kepada orang tua , setara dengan sholat pada waktunya dan berjihad kepada Allah SWT . Saya menghimbau siapapun yang selama ini tidak peduli kepada orang tua , yang tidak peduli dengan ibu , yang tidak peduli dengan ayah . ayo masih ada kesempatan . Berbaktilah kepada mereka ! Anda sujud kepada mereka , mohon ampun kepada Allah tentang kesalahan masa lalu . Perbaikimumpung masih ada waktu .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar