Sabtu, 18 Agustus 2018

DIAM TAK SELAMANYA EMAS



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alkhamdulillahi nahmaduhu wanas ta’i nuhu wa astagfiruh wana udzu billahi min suru ri an fusina  wamin sayi ati a’malina may yahdi lahu fala mu di lallah wama yudil fala hadiya lallah Ashadu ‘alla ila hailallah wahdahulasyarikalah  Wa as hadu anna muhammadan Abduhu wa rosuluh

Diam tak selamanya emas , Orang bijak mengatakan “ diam itu adalah emas “ . Ketiak a ada orang bijak yang mengatakan diam adalah emas itu bisa jadi benar . Apakah benar semua yang diam itu emas ? ternyata tidak . Anda tahu atau tidak lemari besi yang ada gemboknya yang sudah berkarat ? tahu . ketika di buka mudah atau susah ? susah .Contoh ini terdiam : gembok besi sudah berkarat ketika di buka kuncinya , maka tidak bergerak .artinya bahwa tidak selamanya diam itu emas . bisa jadi diam itu sudah berkarat , sudah busuk ,sudah tidak berguna , dan tidak bermanfaat sama sekali ini diam . Kalau ada orang bijak yang mengatakan diam itu emas ,itu boleh saja . Tapi anda jangan mengira bahwa semua yang diam itu emas . Bisa jadi diam itu adalah besi yang sudah berkarat , yang sudah tidak berguna , yang sudah tidak bisa di buka, yang tidak ada manfaatnya bahkan bisa membahayakan . Itulah diam .Allah sudah memerintahkan kepada kita sebagai orang muslim , Silahkan anda baca Kitab suci Al Quran Surat Ali Imran ayat 110 , yaitu : Kuntum khiro ummatin ukhrijat lin-naasi ta’muruuna bil-ma’ruufi wa tan-hauna ‘anil-mungkari wa tu’minuuna billaah, walau aamana ahlul-kitaabi lakaana khoirol lahum ,min – humul- mu ‘ minuuna wa aks aruhumul – faasiquun , yang artinya : Kamu ( umat islam ) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu ) menyuruh (berbuat ) yang baik ( makruf) , dan mencegah dari yang jahat ( munkar) , dan beriman kepada Allah . Sekiranya ahli kitab beriman , tentulah itulebih baik bagi mereka . Diantara mereka ada yang beriman , Namun kebanyakan mereka  adalah orang – orang yang fasik . Sayasekarang bertanya, apabila ada seseorang yang selalu mengajak berbuat baik dan mencegah perbuatan jahat , apakah dia diam atau bicara ? tentu jawabannya bicara .Artinya sudah jelas didalam ayat ini bahwa Allah SWT memerintahkan kepada kita agar kita selalu berbicara ( dalam kebaikan ), bukan diam , kita akan menjadisalah kalau kita terdiam .Bicaralah. contoh : Ayo laksanakan sholat , ayo kita belajar ,ayo kita memakai jilbab .bicara daam hal mengajak orang lain untuk berbuat baik ,itukan bagus . Artinya Islam menyuruh kita untuk bicara dalam mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan dan mencegah orang lain berbuat jahat dan mereka beriman kepada Allah SWT . Mari kita lihat hadis nabi ,’’ Mankana yu’minu billahi wabil yaumil akhir fal ya’kul khoiron au liyasmut  ,artinya : Barang siapa yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhir , berbicara yang baik atau diam . Silahkan baca hadis ini , Rosul mengatakan “ abaerbicara yang baik atau diam , artinya kita tidak di suruh diam tetapi kita di suruh untuk bicara . Berbicara tetapi memilih dan berfikir . Bicara kita benar atau tidak? Kalu bicara kita tidak benar maka lebih baik kita diam . Contoh : pada  Zaman Rosul , kejahatan meraja lela , kemaksiatan ada dimana mana, anak perempuan lahir langsung di kubur hidup – hidup , mereka menyembah berhala , kejahatan , kebodihan merajalela . Kemudian Allah mengirimkan Rosul . Wama arsalnaka illa rohmatalil’alamin ( Tidak Aku mengutusmu Muhammad kecuali untuk menyampaikan kasih sayang bagi seluruh alam ) . Dengan cara apa Rosul menyampaikan ? tentu dengan cara bicara . Ya ayyuhannabi inna arsalna kasahidan wamubashiron wa nadhiro ( Wahai nabi aku mengutus engkau supaya engkau memberi kabar gembira , untuk memberikan peringatan).kalau untuk memberikan kabar gembira tentu harus melalui bicara . Dari beberapa ayat Allah dan Rosulnya menyatakan bahwa kita harus bicara dan bicara . mari kita lihat klarifikasi diam , yaitu : 1) diam karena bodoh ,contoh : ketika di tanya oleh seseorang ,” ibu masakan ini resep apa ? memang bodoh , dia tidak tahu , memang harus diam kalau memang bodoh  daripada bicara yang tidak baik, sudah tidak tahu tapi beranggapan paling tahu, itulah yang salah . Sudah tidak tahu kemudian menyadari kalau tidak tahu maka lebih baik diam . 2) Diam karena marah, misal : Dia sedang marah dengan seseorang , daripada sedang marah dan mulut berbicara yang tidak baik sampai menyakiti orang maka lebih baik diam . itu yang baik . wal khadzi minal ghaid ( kendalikan hawa nafsu ) itulah tanda orang yang bertakwa . 3) Diam karena sombong , misal : ada orang yang mengajak bicara tetapi tidak di jawab , karena dirinya merasa lebih baik , merasa lebih kaya dan merasa lebih terhormat daripada orang lain . 4) Diam karena malas , orang ini pintar  dan orang ini hebat , bisa memberikan nasihat kepada orang lain , ketika ada orang bertanya dia diam saja tidak mau menjawab ,walaupun dia tahu ,dia diam karena dia malas . Inilah berdosa karena di a sebenarnya tahu . Diam karena malas itu harus di lawan karena pengetahuan orang yang dimiliki orang yang malas ini di butuhkan oleh orang banyak . 5) Diam karena khianat, Pernahkah anda melihat di pengadilan ? ketika ada saksi yang melihat siapa yang berbuat jahat , tetapi karena dia berkhianat karena yang bersalah adalah temannya , saudaranya , keluarganya , tetangganya.karena  dia diam sehingga ada orang lain yang tidak bersalah bisa masuk penjara . Dia melakukan dosa besar di hadapan Allah karena dia melihat siapa yang sebenarnya bersalah .  Jadi diam itu tidak selamanya emas . contoh : Rosul bersabda” jangan kalian suka duduk di pinggir jalan . Sohabat menjawab “ Ya Rosul sudah sejak dari dulu sebelum kita masuk islam kita sudah duduk di pinggir jalan . memang lebih nyaman . Rosul membalas” boleh tetapi yang pertam berikan hak jalan”, Sohabat bertanaya “ hak jalan apa Rosul ?”. Rosul menjawab “ hak jalan itu adalah jangan engkau tutupi tempat orang untuk berjalan , Artinya kita kalau berbicara di jalan jangan di tengah jalan , tetapi di pinggir jalan . jaman sekarang bisa kita lihat pedagang kaki lima yang menutupi jalan ,dan menyebabkan macet di jalan . yang kedua adalah tundukkan pandangan , artinya kalau ada orang lewat jangan di komentari , itu kita harus diam . Jadi dari ayat – ayat tadi sudah menjelaskan bahwa tidak selamanya diam itu emas .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar